Siapkah Kita Menghadapi Quater Life Crisis, Krisis di Usia 20-25 ?

Leave a Comment
Ternyata tidak hanya usia yang bertambah, tidak hanya badan yang bertumbuh. Tapi pemikiran manusia juga ikut tumbuh, masalah hidupnya pun juga ikut semakin kompleks. Fase hidup juga bertumbuh dan hari ini saya merasakan bahwa tulisan saya juga bertumbuh.

Beberapa hari ini saya memutar kembali memori ke tulisan blog di tahun 2012, terutama tulisan dalam tag Opini. Apa yang saya bahas hari ini berbeda dengan yang dulu dibahas. Dan kadang saya melakukannya tanpa saya sadari hingga menemukan benang merahnya.

Akhir-akhir ini tulisan dan Instagram saya temanya sama, merah jambu semua. Tentang cinta dan pernikahan! Bukan berarti saya galau, tapi ada hal-hal yang memang tidak bisa kita hindari di usia fase tersebut. Kalau bahasa ilmiahnya Quater Life Crisis. Krisis di usia 20-25 adalah tentang karir dan keluarga. Dua hal ini hampir bersisian waktunya, antara bekerja dan membangun keluarga.

FYI, tulisan ini bukan murni pemikiran saya, saya banyak dapat inspirasi dari tulisan Mas Kurniawan Gunadi dalam seri tulisan beliau yang berjudul ‘Bertumbuh’.

Teman-teman bisa follow instagramnya di @kurniawangunadi ataupun kepoin tumblrnya di kurniawangunadi.tumblr.com

Lebaran kemarin, topik pembicaraan masih seputar soal mau menjadi apa nanti, mau kerja dimana. Lalu tanpa terasa kini topik sudah mulai berganti menjadi “kapan nikah?”. Semacam itu. Krisis di usia ini harus disikapi dengan bijaksana. Tidak perlu kita mengatakan orang lain galau tentang ini. Saya pun mengalami hal serupa.

Mantra Semua Akan Berlalu selalu saya gunakan setiap menghadapi hal-hal seperti ini, bahwa fase ini pasti akan kita lewati dan kita mungkin esok akan terkejut bahwa tiba-tiba usia kita sudah menginjak 30 tahun dan kita sudah melewati fase meresahkan ini. Baik tentang pekerjaan atau keluarga. Dan kita menoleh kebelakang, entah dengan tersenyum atau sebaliknya.

Hari ini adalah hari yang menakjubkan. Dimana tanpa terasa kita telah melalui lebih dari 20 tahun kehidupan kita dan kita harus melewati fase dimana setiap keputusan yang kita ambil nantinya adalah keputusan-keputusan permanen. Sekali kita mengambil keputusan itu, maka itu berlaku seumur hidup, dunia akhirat.

Ada beberapa hal yang juga ingin saya bagikan kepada teman-teman terkait hal-hal apa saja yang menjadi tantangan dan mantra apa saja yang bisa kita gunakan untuk melewati fase ini.
Siapkah Kita Menghadapi Quater Life Crisis, Krisis di Usia 20-25


1. “Semua Akan Berlalu”

Segala sesuatu pasti akan kita lewati. Kita tentu tidak menyangka bahwa kita sudah lewat fase SMA dimana dulu kita mungkin bertanya-tanya, menjadi apa kita di masa depan, kuliah dimana, dan lain-lain. Bahkan dulu kita takut tidak lulus UN. Hari ini kita sudah sampai pada jawaban dari kekhawatiran kita dulu bahwa apa yang kita khawatirkan ternyata tidak terjadi.

Sama halnya dengan hari esok, siapa jodoh kita, apa pekerjaan kita, kita tinggal dimana, berapa anak kita, kapan kita menikah, dan lain-lain. Jawaban itu ada di masa depan, tidak di hari ini. Dan tugas kita akan mempersiapkan itu semua dengan menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.

Tugas kita adalah mempersiapkan, karena bila jawaban itu datang. Kita sudah siap pada jawaban itu. Allah tentunya akan memberikan sesuatu bila memang hamba-Nya sudah sampai pada kapasitas itu. Kalau kita belum bertemu dengan jawaban pertanyaan-pertanyaan resah itu hari ini, berarti kita sedang diberi waktu untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas diri kita. Isilah hari ini dengan segala kebaikan dan tunjukkan kepada Allah bahwa kita sudah siap dan kita siap.

2. Lepaskan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Ujian di Quarter Life Crisis berikutnya adalah tentang melepaskan. Untuk tumbuh, seseorang harus bersedia berkorban untuk mendapatkan apa yang lebih baik. Kita tidak perlu mengikatkan diri pada seseorang yang tidak jelas kepastiannya, tidak jelas perasaannya kepada kita, juga tidak jelas bagaimana rencana hidupnya dengan kita.

Kita mungkin ada yang khawatir, bagaimana kalau kita tidak pacaran tapi bisa mendapatkan jodoh. Kita terjebak pada “hubungan tanpa status” atau “ikatan tanpa komitmen” dari orang lain. Perasaan kita terlanjur luluh, terlanjur merasa terikat.

Tapi sejatinya, ikatan itu tidak ada sama sekali. Menjelang usia pernikahan, kita akan diuji dengan kehadiran orang lain. Dan ujian ini tidak sama lagi dengan masa-masa puber dulu. Bahwa ujian ini sudah tidak lagi berbicara tentang perasaan, tapi keimanan dan ketakwaan.

Bagaimana kita lebih mengutamakan ketakwaan diatas perasaan kita. Bagaimana kita bisa memenuhi aturan-Nya tanpa harus melanggar larangan-Nya.

Allah akan menguji kita dengan kehadiran seseorang. Bisa jadi ia adalah jodoh, bisa jadi juga ujian. Tugas kita adalah menjaga diri, menjaga kehormatan, sampai orang yang memang dipersiapkan untuk kita itu datang.

3. Menghargai kesempatan.

Di usia ini juga, rasanya begitu banyak sekali kesempatan datang. Kesempatan pekerjaan, kesempatan karir, kesempatan menikah, kesempatan dengan orang yang baik, dan lain-lain. Sebenarnya, kita sedang diuji pada keteguhan hati. Tidak semua kesempatan yang datang itu harus kita ambil, kadang kesempatan datang hanya untuk menguji keteguhan hati kita.

Untuk yang sudah memutuskan berkomitmen dengan seseorang, ujiannya adalah diperlihatkan dengan orang-orang yang sepertinya lebih baik. Untuk yang sudah bekerja, godaannya adalah kesempatan untuk berpindah-pindah. Dan masih banyak lagi ujian yang akan kita hadapi. Keteguhan hati atas pilihan yang sudah kita ambil akan menjadi ujian yang cukup berat di usia ini.

4. Hati-hati dalam mengambil keputusan. 

Diawal tulisan tadi sudah saya bahas bahwa banyak sekali keputusan di usia ini yang sifatnya permanen. Bahwa sekali kita memutuskan suatu hal, itu akan menggema ke anak cucu kita. Terutama keputusan dengan siapa kita akan menikah.

Maka, mantra pada poin nomor 2 akan sangat berguna. Kita harus hati-hati mengambil keputusan ini. Bahwa orang yang menikah dengan kita nanti akan menjadi orang pertama yang berpengaruh pada dunia dan akhirat kita. Anak-anak kita nanti berhak mendapatkan yang terbaik dan adalah kewajiban kita hari ini, mencarikan yang terbaik. Sosok (calon) ayah dan ibu yang terbaik.

Kalau hari ini perasaan kita sedang diuji dengan orang lain. Kita lebih mengutamakan perasaan kita tanpa memikirkan bagaimana nanti bila dia menjadi pasangan hidup kita, apa kabar nanti anak-anak kita bila memiliki sosok ayah/ibu seperti dia, apa kabar nanti keluarga kita. Apakah lebih dekat ke surga atau ke neraka. Adalah ikhtiar kita hari yang perlu kita optimalkan.

Keputusan menikah dengan siapa tidak lagi semata keputusan pribadi, tapi kita melibatkan (calon) anak-anak kita nanti, melibatkan akhirat kita nanti, melibatkan banyak hal yang mungkin kita lupa mempertimbangkannya hanya karena perasaan kita yang sudah memenuhi hati dan pikiran kita. Hingga tidak ada ruang untuk berpikir jernih.

Padahal untuk membuat keputusan di usia ini, komposisi logika dan perasaan harus seimbang. Pastikan pada saat kita mengambil keputusan, kita sedang dalam kondisi yang tenang, pikiran yang lurus, hati yang bersih. Agar kita paham betul bahwa keputusan tersebut tidak diambil dengan dorongan hawa nafsu. Kita akan mempertanggungjawabkan keputusan itu nanti

Empat hal ini dulu yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman, semoga tulisan ini mungkin menjawab keresahan hati kita. Sekaligus menunjukkan bahwa kita tidak sendirian. Banyak orang yang sedang berjuang melewati fase ini. Mari menangkan! :)

Dan pesan terakhir :

“Semoga Allah masih menjadi yang pertama :)”
Read More...

Jangan Risau, Hukum Kekekalan Energi Berlaku Kok!

1 comment
“Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain.”

Begitulah bunyi hukum kekekalan energi.

Menariknya hukum kekekalan energi ini tidak hanya berlaku dalam ilmu fisika saja, namun juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam urusan bekerja.

Ketika Anda bekerja, sebenarnya Anda sedang mengeluarkan energi yang pasti tidak akan hilang begitu saja. Jadi bekerjalah maksimal, walau berapapun pendapatan yang Anda terima.

Jangan Risau, Hukum Kekekalan Energi Berlaku Kok!
Artinya tidak akan ada kerja keras yang sia-sia. Semakin keras dan ikhlas Anda bekerja, semakin banyak energi atau hasil yang akan kembali pada diri Anda. Hasil yang dimaksud di sini tentu bukan hanya uang. Hasil yang Anda dapat bisa dalam bentuk kesehatan, ketenangan hidup, kebahagiaan dan hal-hal positif lainnya.

Allah itu Maha Adil. Semakin banyak hal yang Anda kerjakan secara ikhlas dan sungguh-sungguh, maka semakin banyak pula hasil yang akan Anda peroleh.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang di kantor kerjaannya hanya bersantai, ogah-ogahan, dan tidur-tiduran tetapi memiliki gaji yang besar, jauh lebih besar dari Anda yang notabene memiliki pekerjaan yang sangat banyak, bahkan sangat menguras waktu, tenaga dan pikiran ?

Percayalah, orang-orang seperti itu memang secara kasat mata mendapatkan gaji yang besar, tetapi siapa yang tahu apa yang terjadi di balik semua itu.

Masih binggung ?

Jadi begini, misalnya Anda setiap bulan digaji 5 juta.

Tapi beban kerja Anda membuat Anda harus bekerja keras yang seharusnya Anda digaji 7 juta per bulan.

Ketika Anda berada dalam situasi demikian, sebenarnya Anda telah menyimpan saldo tabungan energi yang keluar sebesar 2 juta per bulan.

Sehingga semakin lama saldo tabungan Anda semakin bertambah.

Jika disetahunkan saldo tabungan Anda menjadi 24 juta.

Sepuluh tahun tabungan menjadi 240 juta dan seterusnya.

Allah sang maha pemberi rezeki bisa mencairkan deposit tabungan tersebut kapan pun Dia mau, misalnya mendadak ada perempuan cantik dan sholihah yang jatuh hati dan menerima lamaran Anda, mendadak dapat beasiswa ke luar negeri, dikaruniai anak yang hafidz Al-quran, dan lain-lain yang nilainya sama persis bahkan melebihi dari saldo deposit Anda.

Begitu pula sebaliknya, seperti kasus yang sedikit saya singgung di awal tadi.

Misalkan gaji mereka 7 juta per bulan.

Tapi mereka bekerja dengan ogah-ogahan seperti orang yang pantasnya hanya digaji 4 juta saja.

Situasi demikian sebenarnya membuat mereka memiliki hutang energi sebesar 3 juta per bulan.

Makin lama hutang makin bertambah. Dan Allah bisa menagih hutang tersebut kapan saja dalam bentuk apapun. Misalnya mendadak sakit dan harus berobat dengan biaya saangat mahal, mendapatkan istri yang pemboros, punya anak yang susah diatur, dan lain sebagainya yang senilai dengan hutang itu.

Jadi, jika selama ini Anda merasa sudah bekerja keras namun belum mendapatkan hasil maksimal, coba Anda renungi lagi.

Apa benar Anda belum mendapatkan hasil? Mungkin Anda sedang berproses ‘menabung energi’ yang hanya Dia yang tahu kapan Anda akan mendapatkan hasil dari ‘tabungan’ itu.

Selamat bekerja keras!

!Ingin lebih dekat dengan penulis ? follow saja Instagram pribadinya di @AlbabAlpachino ^__^

Oh iyaa… share juga pengalaman kamu yang sudah pernah mengalami ‘Hukum Kekekalan Energi’ di kehidupan nyata pada kolom komentar di bawah yaa..
Read More...

Percaya atau Tidak, Inilah Keajaiban Mimpi

Leave a Comment
Hari ini iseng-iseng buka blog, ternyata sudah hampir 2 tahun blog ini tidak tersentuh. Postingan terakhir blog ini ternyata bulan November 2014 yang lalu.

Wah sudah lama juga yaa…

Nah, mumpung hari ini agak longgar di kantor, jadi saya sempatkan untuk menulis. Semoga tulisan ini bisa menghibur sekaligus menginspirasi.

Sesuai judulnya “Percaya atau Tidak, Inilah Keajaiban Mimpi”, postingan kali ini sedikit banyak akan membahas tentang impian dan keajaiban-keajaiban di dalamnya.

Saya mulai tertarik dengan impian setelah melihat video motivasi yang diputar oleh guru BK saya sewaktu SMP. Mungkin beberapa dari Anda juga sudah pernah melihat video ini. Video ini juga tersedia di Youtube kok. Anda mungkin bisa menontonnya terlebih dahulu disini (https://www.youtube.com/watch?v=cXl2q-airyM) sebelum melanjutkan membaca artikel ini, hehe.

Video ini berkisah tentang seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang jauh-jauh datang dari pesisir. Awalnya mahasiswa tersebut mengikuti sebuah acara tarbiyah (semacam pengajian) di masjid dekat kampusnya bersama teman-temannya.

Dalam acara tersebut, sang pembicara ternyata membahas tentang kekuatan dan keajaiban mimpi. Mahasiswa ini menyimak nasihat bijak sang pembicara yang ternyata menjadi sebuah ‘momentum ledakan’ dalam hidupnya.

Pembicara dalam acara tarbiyah itu berkata, “Tuliskanlah mimpi-mimpi Anda secara nyata! Jangan Anda tulis dalam ingatan saja, karena pasti Anda akan lupa. Tuliskanlah secara nyata! Tulislah 100 target Anda di atas kertas hingga suatu hari nanti yang Anda lihat di kertas itu hanyalah sebuah coretan, coretan karena Anda telah mencapainya.

dan itulah yang dilakukan mahasiswa itu. Ia menuliskan 100 targetnya di atas 2 lembar kertas, lalu menempelkannya di dinding kamar.

Banyak yang memandang sebelah mata mimpi-mimpinya bahkan menertawakannya, tetapi ia tetap menempelkan lembaran kertas itu hingga suatu hari ia sadar bahwa satu persatu mimpi itu kini TERWUJUD !

Ketika ia menulis ‘menjadi terbaik di kelas’, 1 tahun kemudian ia menjadi yang terbaik di IPB, bahkan hingga terbaik di tingkat nasional. Orang-orang mengira bahwa IPKnya pasti 4, tetapi ternyata tidak. IPKnya pernah mendapat 2,7, nilai ujiannya pernah C, bahkan mengulang ujian pun pernah, tetapi itu semua tidak menghalangi mimpinya terwujud.

Mimpinya ke-83 yaitu melanjutkan sekolah ke luar negeri. Pada tahun 2007 ia sudah dapat merasakan musim gugur, musim salju, musim semi, dan memanen buah strawberry pada musim panas di negeri Matahari Terbit. Subhanallah..

Mahasiswa ini bernama Danang A Prabowo.

Saat video itu dibuat, Mas Danang sedang mencoba mewujudkan mimpinya yang ke-147, yaitu mengibarkan sang merah putih, lambang IPB dan organisasi-organisasi yang diikutinya di puncak tertinggi Jepang, gunung Fuji.

Semoga terwujud, Mas..

Setelah melihat video itu, saya langsung termotivasi. Saya mulai mengikuti apa yang dilakukan Mas Danang, melakukan apa yang dikatakan pembicara dalam acara tarbiyah itu. Ya, saya mulai menuliskan mimpi-mimpi saya.

Sampai sekarang saya masih percaya bahwa “Sukses itu berpola, begitu pula sebaliknya”. Jika Sang Pembicara dan Mas Danang sudah berhasil mewujudkan mimpinya dimulai dengan menuliskan mimpi tersebut, mengapa tidak saya coba? Begitu pikir saya saat itu.

Dan ternyata disitulah letak rahasia dari mimpi.

Menuliskan impian dan tujuan hidup memang tampak remeh dan tidak berarti, namun ternyata bisa membawa efek besar bagi keberhasilan dan kesuksesan hidup kita.

Hal ini sudah dibuktikan oleh Universitas Yale dengan melakukan penelitian pada semua mahasiswanya angkatan 1954.

Dari semua mahasiswa angkatan 1954, ternyata hanya ada 3% dari seluruh mahasiswa seangkatan yang telah menulis apa yang menjadi tujuan hidup dan impiannya.

Lalu, 20 tahun kemudian, semua mahasiswa angkatan 1954 tadi dibandingkan total kekayaannya.

Ternyata 3% mahasiswa yang menulis tujuan hidup dan impiannya, mempunyai total kekayaan yang jauh lebih banyak dibanding total kekayaan 97% mahasiswa yang tidak menulis apa yang menjadi impian dan tujuan hidupnya.

Anda boleh percaya atau tidak. Tapi Sang Pembicara, Mas Danang, dan saya pribadi memilih untuk mempercayainya.
Percaya atau Tidak, Inilah Keajaiban Mimpi (Instagram @albabalpachino)

Tanpa mengurangi rasa hormat dan bermaksud untuk sombong, itulah beberapa impian yang pernah saya tuliskan 3 tahun lalu. Impian yang masih belum terwujud sampai saat ini, hahaha.

Anda boleh meremehkan bahkan menertawakan mimpi saya, toh dulunya mimpi-mimpi saya yang lain juga hanya diremehkan dan ditertawakan, tetapi alhamdulillah beberapa terwujud dan beberapa diganti dengan yang lebih baik (baca: ga terwujud, wkwk).

Insya Allah impian ke-22 akan terwujud awal tahun 2017 nanti. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa kami sekeluarga. Kami akan merayakan pergantian tahun dengan melaksanakan ibadah umroh. Mohon doanya ya teman-teman..

Alhamdulillah mimpi ke-22 bisa terwujud 2 tahun lebih cepat. Saya memimpikan bisa melaksanakan ibadah umroh bersama keluarga saat usia 23 tahun, ternyata saya bisa mewujudkannya saat usia saya baru 21 tahun. Subhanallah..

Untuk mimpi ke-23 saya sedang mengusahakannya, masih belum mendapatkan cara yang tepat untuk mendapatkan passive income sebesar itu. Doakan saja saat umur 25 tahun saya sudah bisa mewujudkannya. Siapa tau Anda-Anda yang mendoakan saya justru doanya berbalik ke Anda, Aamiin..

Saya agak malu kalau membahas mimpi ke-24, hehe.
Saat ini dengan tinggi badan 175 CM, berat badan saya baru 61 KG, semoga bisa ya umur 22 tahun menjadi 70 KG.

Yang berat ini mimpi ke-25, memang sih saya dulu suka sama dia dan kepengen bisa mengikat janji suci dengannya. Tapi seiring berjalannya waktu, saya sering bertemu dengan banyak orang baru, dengan berbagai karakteristik dan kepribadian yang mungkin lebih baik dari dia.

Ah..ngomongin percintaan emang ga ada habisnya. Tapi di impian itu saya menuliskan “…atau yang lebih baik.” Jika memang dia yang tertulis disana bukan yang terbaik buat saya, saya ikhlas kok. Jodoh kan tidak ada yang tahu. Loh kok jadi baper, hahaha. Ngomongin soal jodoh, Anda juga bisa membaca “Pacaran, Apakah Perlu ?”, artikel yang saya tulis saat SMA, hehe.

Mungkin segini dulu ya post tentang “Percaya atau Tidak, Inilah Keajaiban Mimpi”. Semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi.

Jangan takut bermimpi.
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu!” – Andrea Hirata.
Selamat bermimpi.
Read More...

7 Keanehan Istana Presiden Indonesia (Bag. 2)

6 comments
Setiap bangunan mempunyai cerita. Entah itu sejarah pembuatannya, kisah yang terjadi di dalamnya ataupun mitos-mitos yang meliputinya. Tak terkecuali bangunan megah milik orang nomer satu di Indonesia, Istana Presiden. Istana-istana itu ternyata menyimpan rahasia mistis yang menarik untuk diperbincangkan.

Ini adalah artikel lanjutan dari 7 Keanehan Istana Presiden Indonesia (Bag. 1). Jika Anda belum membaca seri pertamanya, saya sarankan untuk membacanya lebih dahulu.

Langsung saja, inilah 7 Keanehan Istana Presiden Indonesia (Bag. 2) versi Albab Alpachino.

4. Ki Hujan, Pohon Berusia 144 Tahun di Istana Merdeka

Rabu, 22 Oktober 2014 Presiden Joko Widodo menggelar jumpa pers perdana sejak dilantik pada 20 Oktober lalu di halaman Istana Kepresidenan. Ada yang menarik dalam jumpa pers tersebut. Lokasi yang dipilih sebagai tempat jumpa pers juga tak biasa, yakni di bawah pohon Ki Hujan, nama sebuah pohon jenis trembesi besar yang ditanam di belakang Istana Merdeka.

Pohon Ki Hujan ini seperti menjadi saksi bisu atas segala yang terjadi di kompleks kepresidenan itu, diantaranya saat SBY pernah menerima penyerang kesebelasan nasional Prancis, Zinedine Zidane. Menariknya Ki Hujan ini ternyata sudah berusia 144 tahun sejak ditanam pada 1870, yang artinya 3 tahun sebelum Istana Merdeka dibangun oleh arsitek Drossares.

Meski ditopang oleh sejumlah tiang, pohon ini masih terlihat gagah. Menariknya lagi, pohon ini sempat diterjang angin puting beliung yang terjadi di kawasan istana pada 5 Januari 2012 silam. Banyak pohon bertumbangan, namun anehnya Ki Hujan tetap kokoh berdiri. Hanya dedaunannya saja yang rontok dan ranting-ranting kecil yang berjatuhan.

5. Patung Perunggu di Istana Bogor


Patung Perunggu Wanita di Istana Bogor
Image credit : Google
Istana Bogor merupakan salah satu dari 6 istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri dikarenakan sejarah historis, kebudayaan dan faunanya. Namun dibalik keunikan itu ternyata ada kisah misteri yang beredar di kalangan masyarakat tentang salah satu patung yang ada di istana yang dibangun pada tahun 1744 itu.

Konon beredar kisah tentang seorang peserta penataran yang berkunjung ke Istana Bogor dan melakukan hal usil ke salah satu patung perunggu berwujud wanita tanpa busana. Dengan sengaja, peserta penataran ini meletakkan bulu-bulu wol - rontokan dari karpet - di bagian terlarang patung tersebut. Keesokan harinya ia terkejut karena bulu-bulu serupa ada di kantong celananya. Dan ketika makan, ia pun tersedak tanpa sebab, namun yang keluar dari tenggorokannya adalah bulu-bulu karpet tersebut! Jangan-jangan... penunggu patung wanita itu marah dan akhirnya balas dendam, dijahilin juga deh peserta penatarannya, hiii..

Kabarnya almarhumah mantan ibu negara Hartini Soekarno pun sempat mengiyakan bahwa di Istana Bogor terdapat makhluk astral penunggunya. Konon ia pernah melihat seorang tamu yang tak kasat mata saat memasuki ruangan presiden di istana tersebut.

6. Kamar Mistis di Istana Tampaksiring

Istana Kepresidenan yang berada di Bali yakni Istana Tampaksiring adalah satu-satunya istana kepresidenan Republik Indonesia yang dibangun setelah indonesia merdeka. Karena kelima istana lainnya yakni Istana Merdeka, Istana Negara, Istana Cipanas, Istana Bogor, serta Istana Gedung Agung Yogyakarta dibangun semasa zaman kolonialisme Belanda.

Istana Tampaksiring biasanya digunakan oleh Presiden untuk rapat kerja, perundingan luar negeri atau sekadar digunakan untuk beristirahat. Istana Tampaksiring diprakarsai oleh Soekarno dan mulai dibangun pada tahun 1957 hingga 1963.

Di Istana tersebut terdapat sebuah kamar yang dulu sempat dihuni Soekarno. Konon menurut warga setempat, kamar tersebut hingga kini tidak dihuni dan sengaja dikosongkan karena ada kekuatan mistis yang meliputi ruangan tersebut. Sementara Presiden Indonesia yang datang berkunjung ke istana itu menempati bangunan lain yang tak jauh dari bangunan yang ditempati Soekarno.

7. Kitab Stambul di Istana Gedung Agung Yogyakarta

Istana Gedung Agung Yogyakarta juga tidak kalah angker. Kala itu Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) sampai meminta bantuan kepada seorang paranormal karena mengaku sering mendapat gangguan dari makhluk halus. Ternyata, setelah dilakukan “penglihatan” oleh sang paranormal, diketahui bahwa penyebab gangguan mistis itu berasal dari kekuatan kitab stambul yang sering berpindah secara ghaib di sekitar istana. Pada saat-saat tertentu juga sering terdengar suara prajurit sedang berbaris yang tidak kasat mata di Istana yang awalnya bernama Loji Kebon ini. Menakutkan!

Itulah tadi beberapa misteri di istana presiden yang pernah terjadi. Beberapa dari kisah diatas memberikan pelajaran kepada kita untuk tidak berbuat jahil kepada makhluk yang bukan sejenis dengan kita. Mari hidup rukun dan tidak saling menganggu satu sama lain yaa..

Ngomong-ngomong itu siapa yang barusan lewat ? jangan nengok ke belakang deh.
Read More...

7 Keanehan Istana Presiden Indonesia (Bag. 1)

2 comments
Tahukah Anda Indonesia memiliki 6 Istana Presiden yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali, antara lain Istana Merdeka di Jakarta, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Tampak Siring di Bali. Istana kepresidenan itu digunakan sebagai tempat resmi kediaman presiden juga sebagai tempat presiden menggerakkan roda pemerintahan ataupun menjadi tempat beristirahat tamu-tamu negara. Namun ternyata istana-istana tersebut menyimpan cerita-cerita unik (Baca : 7 Fakta Unik Indonesia yang Mendunia) maupun kisah-kisah mistis. 

Istana Merdeka - 7 Keanehan Istana Presiden Indonesia
Image credit : Waspada.co.id
Sengaja postingan kali ini saya pisah menjadi 2 bagian dikarenakan total kata jika artikel ini digabung menjadi satu bagian adalah 1100 kata. Saya yakin Anda akan bosan membacanya dan tidak menuntaskannya sampai akhir, hehe. Jadi, saya pisah menjadi 600 kata perbagiannya. Ini aja saya masih agak ragu apakah Anda akan membacanya sampai selesai.. Peacee ^__^

Baiklah, ini dia 7 Keanehan Istana Presiden Indonesia (Bag.1) versi Albab Alpachino ..

1. Makhluk Astral "pengganggu" Keluarga Gus Dur

Demi penghematan uang negara, dahulu presiden Gus Dur memutuskan tinggal di Istana Merdeka, meski demikian bukan berarti keluarga Gus Dur betah. Mereka mengaku banyak diganggu makhluk halus di istana peninggalan zaman kolonial itu. Putri Gus Dur, Yenny Wahid pernah mengaku di akun twitternya bahwa istana yang ia tinggali sangat tidak nyaman dan seram suasananya. Bahkan sang adik, Inayah Wahid sering diganggu oleh makhluk halus.

Kejadian menyeramkan ternyata tidak hanya dialami keluarga Gus dur, sejumlah pegawai istana juga kerap mengalaminya. Bahkan saking takutnya, untuk membersihkan lantai 4 dan 5 di Wisma Negara saja tidak ada yang berani karena takut dengan penunggu disana yang tidak kasat mata. 

Menurut ajudan Gus Dur saat itu yaitu Munib Huda Muhammad, presiden Indonesia ke-empat itu tidak menggunakan cara-cara mistis untuk mengusir keangkeran istana, melainkan dengan cara yang logis. Gus Dur membuka istana merdeka bagi masyarakat, sehingga di era Gus Dur istana merdeka ramai dan tidak angker lagi.

2. Keberanian Jokowi Tidur Di Ranjang Bung Karno

Istana Merdeka merupakan tempat resmi kediaman dan kantor presiden indonesia yang terletak satu komplek dengan Istana Negara dan Bina Graha, yaitu terletak di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Istana dengan luas sekitar 2.400 meter persegi ini dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J.W van Lansberge pada 1873. Sejarah lengkapnya bisa Anda baca di Wikipedia.

Tercatat setelah presiden pertama Indonesia Soekarno, barulah presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang memilih tinggal di istana. Kini istana merdeka ditinggali oleh presiden ketujuh indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Yang menarik ternyata Jokowi dan ibu negara Iriana Widodo bukan hanya tinggal, tetapi tidur di bekas ranjang presiden soekarno. 

Diketahui selama ini tidak ada presiden yang berani tidur di ranjang kamar sang proklamator itu, bahkan putri dari Bung Karno Megawati Soekarnoputri sekalipun. Menurut Ahok, Gubernur DKI Jakarta, Presiden Jokowi termasuk salah satu presiden yang berani menempati kamar Bung Karno. Meski banyak informasi tentang bangunan tersebut yang penuh dengan cerita mistis, Jokowi mengaku tidak merasa terganggu oleh cerita-cerita itu. Ia malah merasa nyaman, sebab ia juga pernah tinggal di Gedung Tua saat ia menjabat sebagai Walikota Solo.

3. Misteri Pecahnya Meja Marmer di Istana Negara

Sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, saat ini Istana Negara menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara yang bersifat kenegaraan antara lain pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara hingga jamuan kenegaraan. Namun ternyata ada sebuah kisah dibalik salah satu acara pelantikan resmi di Istana Negara tersebut, tepatnya saat pengangkatan Albert Hasibuan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden untuk bidang Hak Asasi Manusia (HAM) pada awal tahun 2012 lalu oleh presiden indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Usai pelantikan, meja marmer yang dipakai sebagai tempat penandatanganan tiba-tiba pecah dan hancur berkeping-keping seperti habis dipukul dengan benda keras. Peristiwa itu terjadi ketika Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) hendak memindahkan meja marmer setebal 2 cm tersebut. Walau sempat terkejut, acara pelantikan tak terganggu sama sekali. Diketahui alas marmer tersebut terlepas dari meja besi kerangkanya. Namun ternyata ada juga yang mengaitkannya dengan hal-hal metafisika yang konon pecahnya meja tersebut merupakan teguran dari si penunggu meja marmer bagi sang presiden kala itu.

(bersambung ke bagian 2.. Baca: 7 Keanehan Istana Presiden Indonesia (Bag. 2))

Nah itulah beberapa keangkeran istana presiden yang pernah terjadi. Kita memang tidak sendiri hidup di dunia ini, ada makhluk lain yang bukan sejenis dengan kita, hidup di sekitar kita. Tapi jangan khawatir, jika Anda tidak macam-macam, mereka juga tidak akan macam-macam kok.

Ngomong-ngomong, itu siapa yang di belakang Anda ? coba deh liat.
Read More...