Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Rahasia Menulis dengan Baik


Kamu pengen bisa nulis dengan baik? wajib banget baca artikel ini sampai habis.

Beberapa waktu lalu, sebuah video rekomendasi youtube muncul di beranda saya. Video itu berjudul “DIBACAIN – 01: Writing Well (Nonton Ini Biar Jago Nulis)” karya Fellexandro Ruby. “Dibacain” adalah salah satu segmen di youtube Mas Ruby dimana Ia mengintisarikan isi sebuah buku dan membacakannya kepada penonton melalui video. Di Episode Dibacain - 01 ini, mas Ruby membacakan sebuah buku berjudul On Writing Well karya William Zinsser.

Dalam video itu, mas Ruby mengintisarikan poin-poin penting dari buku On Writing Well, yang menurut saya sangat sayang untuk dilewatkan. Terutama buat kamu yang kepengen jago nulis.

Saya sendiri mulai aktif menulis sekitar 8 bulan lalu. Bukan, bukan menulis buku atau menambah postingan blog ini, wkwk. Hanya menulis ringan di jurnal setiap hari.

Saya menuliskan kejadian seru dan hal-hal yang bisa disyukuri selama hari itu. Semacam mini diary. Alhamdulillah sampai tulisan ini dibuat, sudah 277 hari saya menulis setiap hari tanpa putus.

Tapi karena sifatnya yang private dan hanya saya sendiri yang membacanya, saya tidak terlalu ambil pusing soal tata bahasa atau enak tidaknya dibaca, haha. Saya juga masih belajar agar bisa menulis dengan baik.

Nah, daripada kebanyakan basa basi, yuk kita simak rahasia menulis dengan baik dari buku On Writing Well karya William Zinsser!

7 Rahasia Menulis dengan Baik


#1 “The essence of writing is re-writing, just because someone is writing fluently, doesn’t mean they are writing well.”

Esensi dari menulis adalah menulis kembali. Kenapa? 

Karena saat pertama kali menulis kita hanya membuang semua ide yang terlintas di kepala. Tulis saja dulu. Jangan ditahan, jangan dikritisi. 

Pernah dengar quote “your first draft, is sh*t”? saya percaya itu.

Hal tersulit dalam menulis adalah memulai paragraf pertamanya. Saya juga mengalaminya, meski sudah cukup rutin menulis. 

Kalau di kalimat pertama kita sudah mengkritisi. “Bagus ga ya?” “Ini opening yang keren ga ya?”, biasanya justru kita tidak melanjutkan tulisan itu.

Jadi, esensi dari menulis adalah kita sudah pasti akan menulis kembali. Kita pasti akan merevisi dan nge-benerin tulisan kita. 


#2 “All writing is ultimately a question of solving a problem”

Coba kamu stop baca dan jawab pertanyaan ini, “Apa alasanmu membaca artikel ini?”

Alasanmu mungkin beragam.
Bisa karena penasaran, bisa juga karena butuh solusi atas masalah menulismu selama ini.

Pada akhirnya, semua tulisan adalah tentang pemecahan masalah. Tulisan yang baik adalah tulisan yang bisa membantu para pembacanya memecahkan masalah.


#3 “Write in the first person”

Tulis dari sudut pandang orang pertama. Gunakan kata “saya, gue, aku, kami, atau kita”.

Dengan menggunakan kata ganti orang pertama, tulisan kita menjadi lebih personal saat dibaca oleh audience.

Misalnya, “saya dulu merasa uang adalah segala-galanya. Sampai suatu hari saya sadar bahwa uang bukan segala-galanya, tapi hampir semua keputusan hidup ada hubungannya dengan uang. Bedanya apa? Akan saya bahas dalam tulisan ini.”

Berasa kan? saya seperti sedang ngobrol dengan pembaca. Terasa lebih personal.


#4 “Make the readers smile, and you will have him for at least one more paragraph”

Ketika sedang menulis, usahakan untuk menyelipkan sedikit humor. Pastikan di kalimat terakhir dalam suatu paragraf ada sebuah “pancingan” yang membuat pembaca ingin membaca lebih lanjut.

Humor yang diselipkan akan membantu pembaca menjadi lebih tertarik dan melanjutkan paragraf-paragraf selanjutnya.

Hal yang perlu diingat, bagian terpenting dari sebuah artikel atau tulisan adalah satu baris pertamanya. Kalau baris pertama cukup menarik, orang akan dengan senang hati melanjutkan baris kedua, baris ketiga, dan baris-baris berikutnya.

So, pastikan baris pertama tulisanmu cukup menarik untuk dibaca dan jangan lupa selipkan sedikit humor agar pembaca tetap tertarik membaca tulisanmu. 


#5 “Every successful piece of non-fiction should leave the reader with one provocative thought that he or she didn’t have before”

Saat menulis sebuah tulisan non-fiksi, pastikan kita sudah tahu “1 hal paling penting” yang ingin kita sampaikan kepada pembaca. Tidak perlu dua, tiga, ataupun lima hal, cukup satu hal saja. Kalau 1 pesan itu bisa sampai kepada pembaca, itu sudah bagus banget!

Ketika menulis kamu bisa bertanya pada diri sendiri “gue sebenernya pengen ngomong apa sih dari tulisan ini? Kalau gue bisa nyampein 1 pesan aja dari tulisan gue, pesan penting itu apa sih?”

Setelah itu kamu bisa mulai mengeceknya, apakah pesan itu sudah tersampaikan dengan jelas atau masih tersamarkan karena tulisanmu kebanyakan ngalor-ngidul, tidak fokus pada pesan yang ingin disampaikan.


#6 “Memasukkan detail-detail yang membuat pembaca kita paham kenapa tulisan ini ditulis dan kenapa ini penting”

Dalam tulisan non-fiksi seperti tulisan blog, memasukkan detail-detail adalah cara untuk me-respect audience. Kita tidak hanya memberikan narasi atau cerita yang menggerakkan secara emosional, tapi juga data, fakta atau objective truth yang berbicara langsung pada logika.

Jadi dalam tulisan non-fiksi, otak kiri dan otak kanan semuanya terpuaskan.


#7 “Pastikan sebelum membagikannya kepada publik, baca kembali semua tulisan dengan bersuara”

Ketika membaca kembali tulisan kita dengan disuarakan, seolah-olah kita sedang menjadi pembaca. Kita membayangkan menjadi pembaca yang sedang mensuarakan setiap kalimat di kepala mereka.

Terdengar enak gak ya? Aneh gak ya?

Apakah ada kalimat ambigu yang membuat pembaca binggung? Apakah ada kalimat yang perlu diberi jeda? Atau ada kalimat yang terlalu panjang sehingga saat disuarakan tidak selesai dalam satu nafas?

Dengan cara inilah, kita bisa mengevaluasi tulisan kita sebelum di publish. Oh ternyata perlu penekanan disini, perlu ditambahi titik dan koma di sana, atau perlu pengurangan di bagian tertentu.

Nah itulah tadi 7 rahasia menulis yang baik dari buku On Writing Well karya William Zinsser, tips mana saja nih yang sudah kamu praktekkan? tulis di kolom komentar di bawah yaaa ...

Post a Comment for "7 Rahasia Menulis dengan Baik"

Berlangganan via Email