Jangan Risau, Hukum Kekekalan Energi Berlaku Kok!

1 comment
“Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain.”

Begitulah bunyi hukum kekekalan energi.

Menariknya hukum kekekalan energi ini tidak hanya berlaku dalam ilmu fisika saja, namun juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam urusan bekerja.

Ketika Anda bekerja, sebenarnya Anda sedang mengeluarkan energi yang pasti tidak akan hilang begitu saja. Jadi bekerjalah maksimal, walau berapapun pendapatan yang Anda terima.

Jangan Risau, Hukum Kekekalan Energi Berlaku Kok!
Artinya tidak akan ada kerja keras yang sia-sia. Semakin keras dan ikhlas Anda bekerja, semakin banyak energi atau hasil yang akan kembali pada diri Anda. Hasil yang dimaksud di sini tentu bukan hanya uang. Hasil yang Anda dapat bisa dalam bentuk kesehatan, ketenangan hidup, kebahagiaan dan hal-hal positif lainnya.

Allah itu Maha Adil. Semakin banyak hal yang Anda kerjakan secara ikhlas dan sungguh-sungguh, maka semakin banyak pula hasil yang akan Anda peroleh.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang di kantor kerjaannya hanya bersantai, ogah-ogahan, dan tidur-tiduran tetapi memiliki gaji yang besar, jauh lebih besar dari Anda yang notabene memiliki pekerjaan yang sangat banyak, bahkan sangat menguras waktu, tenaga dan pikiran ?

Percayalah, orang-orang seperti itu memang secara kasat mata mendapatkan gaji yang besar, tetapi siapa yang tahu apa yang terjadi di balik semua itu.

Masih binggung ?

Jadi begini, misalnya Anda setiap bulan digaji 5 juta.

Tapi beban kerja Anda membuat Anda harus bekerja keras yang seharusnya Anda digaji 7 juta per bulan.

Ketika Anda berada dalam situasi demikian, sebenarnya Anda telah menyimpan saldo tabungan energi yang keluar sebesar 2 juta per bulan.

Sehingga semakin lama saldo tabungan Anda semakin bertambah.

Jika disetahunkan saldo tabungan Anda menjadi 24 juta.

Sepuluh tahun tabungan menjadi 240 juta dan seterusnya.

Allah sang maha pemberi rezeki bisa mencairkan deposit tabungan tersebut kapan pun Dia mau, misalnya mendadak ada perempuan cantik dan sholihah yang jatuh hati dan menerima lamaran Anda, mendadak dapat beasiswa ke luar negeri, dikaruniai anak yang hafidz Al-quran, dan lain-lain yang nilainya sama persis bahkan melebihi dari saldo deposit Anda.

Begitu pula sebaliknya, seperti kasus yang sedikit saya singgung di awal tadi.

Misalkan gaji mereka 7 juta per bulan.

Tapi mereka bekerja dengan ogah-ogahan seperti orang yang pantasnya hanya digaji 4 juta saja.

Situasi demikian sebenarnya membuat mereka memiliki hutang energi sebesar 3 juta per bulan.

Makin lama hutang makin bertambah. Dan Allah bisa menagih hutang tersebut kapan saja dalam bentuk apapun. Misalnya mendadak sakit dan harus berobat dengan biaya saangat mahal, mendapatkan istri yang pemboros, punya anak yang susah diatur, dan lain sebagainya yang senilai dengan hutang itu.

Jadi, jika selama ini Anda merasa sudah bekerja keras namun belum mendapatkan hasil maksimal, coba Anda renungi lagi.

Apa benar Anda belum mendapatkan hasil? Mungkin Anda sedang berproses ‘menabung energi’ yang hanya Dia yang tahu kapan Anda akan mendapatkan hasil dari ‘tabungan’ itu.

Selamat bekerja keras!

!Ingin lebih dekat dengan penulis ? follow saja Instagram pribadinya di @AlbabAlpachino ^__^

Oh iyaa… share juga pengalaman kamu yang sudah pernah mengalami ‘Hukum Kekekalan Energi’ di kehidupan nyata pada kolom komentar di bawah yaa..

1 comment:

  1. Keren bab,ngasih motivasi tersendiri buat mahasiswi tingkat akhir gini.. Ditunggu tulisan2 yg lain :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar yang baik, karena KOMENTAR atau KATA-KATA itu mencerminkan PRIBADI seseorang