7 Cara Aman Memilih Obat Herbal

7 comments
Obat herbal diyakini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan obat generik ataupun obat paten. Tapi, hal ini tak lantas menjadi pernyataan mutlak bahwa obat herbal itu selalu baik.

Sebagai konsumen, Anda perlu sangat berhati-hati memilih asupan bagi tubuh Anda. Tidak semua obat herbal benar-benar terbukti 100% herbal, banyak juga obat herbal yang ‘menipu’ pasar dengan iming-iming aman padahal kenyataannya TIDAK AMAN karena herbal yang dijual telah dicampur dengan zat kimia dan tidak terbukti legalitasnya.
Aneka Obat Herbal via herbalobats.wordpress.com
Image credit : herbalobats.wordpress.com
Bagi Anda yang sedang mencari obat herbal, baik obat herbal untuk diabetes, obat herbal untuk radang, atau obat herbal apapun, saya sarankan baca artikel ini sampai habis.

Berikut ini adalah 7 Cara Aman Memilih Obat Herbal yang bisa Anda terapkan sebelum membeli obat herbal.

1. Tidak Mengandung Bahan Kimia

Cermati komposisi yang terkandung dalam obat herbal yang akan Anda konsumsi, pastikan tidak ada campuran zat kimia didalamnya. Karena herbal sendiri menurut pengertiannya adalah sesuatu yang diciptakan oleh alam yang bermanfaat sebagai suplemen untuk mengembalikan fungsi dan kinerja organ tubuh, belum tersentuh zat kimia atau zat sintetis sejenis lainnya. 

Jadi kalo sudah ada campurannya, itu artinya obat tersebut bukan herbal alias PALSU. Pengertian lengkap herbal bisa Anda lihat di Wikipedia.

2. Tidak Langsung Bereaksi

Obat Herbal memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan obat paten/generik untuk bereaksi dengan tubuh Anda. Oleh karena itu, jangan mudah percaya dengan obat herbal yang memberikan penawaran pengobatan instant.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan obat herbal sebagai pengobatan, Anda harus sabar menunggu hasilnya. Mengapa? Karena salah satu prinsip kerja herbal adalah reaksi obat herbal yang lambat.

Tidak seperti obat kimia yang bisa langsung bereaksi, reaksi obat herbal dan manfaatnya umumnya baru dapat dirasakan setelah beberapa minggu atau beberapa bulan penggunaan.

Hal itu terjadi karena senyawa-senyawa berkhasiat di dalam obat herbal membutuhkan waktu untuk menyatu dalam metabolisme tubuh. Berbeda dengan obat kimia yang bekerja dengan cara meredam rasa sakit dan gejalanya, obat herbal bekerja dengan berfokus pada sumber penyebabnya.

3. Memastikan Masa Kadaluarsa

Memastikan tanggal kadaluarsa menjadi sangat penting jika Anda memutuskan untuk menggunakan obat herbal. Yang wajib Anda perhatikan adalah tanggal pembuatan dan tanggal kadaluarsa (expired date) obat herbal tersebut.

Hal ini sangat penting mengingat obat herbal berasal dari tanaman yang diproduksi tanpa tambahan bahan pengawet sehingga memiliki masa kadaluarsa relatif pendek. Disarankan juga untuk menghindari membeli obat herbal yang hampir mendekati tanggal kadaluarsa, karena ada kemungkinan obat sudah mulai rusak dan berkurang khasiatnya.

4. Kapsul yang Aman dan Halal

Beberapa obat herbal menggunakan kapsul yang kadang ‘asal-asalan’ tanpa adanya sertifikat halal dan aman untuk dikonsumsi dari MUI dan BPOM. Bila perlu, cek terlebih dahulu legalitas kehalalan obat tersebut. Jika tidak ada, maka sebaiknya jangan Anda beli.

5. Halal MUI dan Lolos Legalitas BPOM RI

Selain kapsul, tentu saja komposisi dari obat herbal yang akan Anda konsumsi pun haruslah mempunyai legalitas dari MUI. Perhatikan apakah terdapat label halal atau tidak pada kemasannya.

Legalitas dari BPOM RI juga sangat perlu saat Anda memutuskan untuk membeli dan mengkonsumsi obat herbal. Anda harus benar-benar yakin obat tersebut sangat aman bagi tubuh dan tidak menimbulkan banyak efek samping. Memilih obat herbal berkemasan yang sudah mengantongi ijin dari badan BPOM RI juga sangat penting untuk menghindari produk-produk herbal yang illegal.

6. Syarat CPOTB 

Yang tak kalah penting, pastikan pula bahwa obat herbal yang baik dan aman itu juga memiliki syarat CPOTB, yaitu telah memenuhi syarat Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik.

CPOTB tersebut meliputi seluruh aspek yang menyangkut pembuatan obat tradisional, dengan tujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Sehingga melindungi masyarakat terhadap hal-hal yang merugikan dari penggunaan obat tradisional yang tidak memenuhi persyaratan mutu.

7. Belilah Pada Penjual Yang terpercaya

Cara memilih penjual yang terpercaya :
-Latar belakang penjual. Bagaimana kredibilitas si penjual tersebut? Anda bisa melihatnya dari testimoni pelanggan yang sudah pernah membeli pada penjual tersebut.

-Harga. Apakah harga produk yang dijual lebih mahal atau malah lebih murah dari harga pasaran? Jika harga terlalu murah, mungkin saja produk herbal tersebut oplosan atau belum memenuhi syarat CPOTB.

-Kondisi toko online dan offline dari sang penjual. Jika toko offline apakah tokonya bersih? Jika toko online apakah tokonya memiliki sistem atau tampilan yang professional?

-Garansi. Apa garansi dari sang penjual?

Mungkin itu saja Kiat Aman Membeli Obat Herbal dari saya. Semoga Anda dapat segera menemukan obat herbal yang tepat. Saya doakan semoga Anda lekas sembuh, Aamiin..
INFO: Begitu banyak obat herbal diluar sana, berhentilah menebak-nebak mana yang kualitasnya baik, halal, memiliki sertifikasi lengkap, khasiat yang terjamin, serta garansi uang kembali.

Saya sudah memiliki rekomendasi obat herbal terbaik untuk Anda disini > http://yuk.bi/q1173

Selamat minum herbal.

7 comments:

  1. makasih sob atas penjelasan obat herbalnya

    ReplyDelete
  2. Saya lebih suka obat dengan bahan yang 100% alami, tp kyknya sulit juga ya buat nemuin obat yg 100% terbuat dari bahan alami.

    ReplyDelete
  3. menyangkut kapsulnya memang harus teliti ya mas, karena banyak beredar kapsul yang mengandung lemak babi

    ReplyDelete
  4. namanya ngobatin penyakit, kalau pake obat herbal mah jangan nyari yang langsung bereaksi justru ya

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar yang baik, karena KOMENTAR atau KATA-KATA itu mencerminkan PRIBADI seseorang