Sudahkah Anda Menulis Diary ?

2 comments
Sudahkah Anda Menulis Diary ? - Hampir semua dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Diary. Bagi sebagian orang, diary itu bagaikan sahabat sejati yang selalu menemani baik saat suka maupun duka. 

Tapi, ada pula sebagian orang yang sama sekali tidak peduli dengan diary. Untuk apa capek-capek menulis diary, toh saya juga tidak jago menulis, mungkin begitulah ucapan yang akan keluar dari mulut orang-orang yang enggan menulis diary.

Malas menulis, banyak kesibukan dan segudang alasan lainnya juga mereka gunakan sebagai pembenaran untuk tidak menulis diary.

Buku Harian (Diary) - Sudahkah Anda Menulis Diary ?
Waktu terus bergulir. Hari terus berganti. Peristiwa-peristiwa baru silih berganti mengisi memori. Memori masa lalu yang telah usang kian tertindih dengan memori baru. Hilang begitu saja termakan oleh waktu. Sehingga memori hanya tinggal memori. Tak lebih dari sekedar kenangan belaka.

Kita memang dianugerahi otak yang luar biasa untuk mengingat. Namun, otak kita juga memiliki keterbatasan. Kita tidak bisa mengingat detil kejadian secara pasti di masa lalu. Contoh kecil saja, apakah Anda masih ingat siapa teman duduk Anda sewaktu SD ? cita-cita apa yang Anda impikan ketika masih TK ?

Saran saya, jangan hanya mengandalkan otak. Gunakan juga diary sebagai pemicu agar otak Anda dapat mengingat dengan lebih baik.

Kawanku, sudah menjadi tradisi di masyarakat untuk membuat resolusi ketika tahun baru tiba. Resolusi adalah impian, target atau cita-cita yang akan dicapai dalam 1 tahun kedepan. Resolusi ini kadang memiliki inti yang hampir sama tiap orangnya. Yakni ingin pada tahun ini bisa menjadi lebih baik.

Yang ingin saya tanyakan adalah.. menjadi yang lebih baik bagaimana ?
Apakah Anda masih ingat kesalahan-kesalahan pada tahun sebelumnya yang ingin Anda perbaiki ?
Anda ingat semua kesalahan selama 365 hari itu ?
Anda yakin benar-benar ingat semua kesalahan dari Januari hingga Desember tahun lalu ? Kalau saya sih tidak yakin, hehe ^__^ 

1 tahun itu bukan waktu yang sebentar, kawan. Selama 1 tahun itulah kita melewatinya dengan beragam peristiwa, beragam kesalahan, beragam cita-cita dan beragam aktivitas lain yang ingin kita perbaiki di tahun depan.

Masih ingat tentang keterbatasan otak yang saya sampaikan tadi ? adalah MUSTAHIL bagi Anda untuk mengingat semua yang terjadi selama 1 tahun penuh untuk kemudian Anda evaluasi dan jadikan pembelajaran di tahun depan. Lalu bagaimana caranya untuk mengevaluasi semua kejadian dan kesalahan di tahun lalu ?

Diary! yah, diary bisa melakukannya.

Diary atau buku harian sebenarnya bukan hanya sekedar teman untuk membagi perasaan. Diary bukan hanya sekedar kertas tempat Anda menuliskan keluh kesah. Diary lebih dari itu semua. Diary menurut saya adalah sebuah permata yang sangat berharga.

Diary adalah teman terbaik kita, baik di masa lalu, saat ini ataupun di masa yang akan datang. Diary dapat menggambarkan secara gamblang kesalahan dan hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu sehingga dapat kita petik hikmahnya.

Diary juga dapat kita gunakan sebagai pedoman melangkah di masa depan agar tidak salah langkah seperti yang pernah kita lakukan, baik dahulu ataupun sekarang.

Dengan berbagai manfaat diary (buku harian) itu, apakah Anda tertarik untuk menulis diary ?

Saya tunggu tulisan Anda di diary kesayangan Anda.

Selamat menulis diary.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. - Pramoedya Ananta Toer
Albab Alpachino Signature

2 comments:

  1. Diary merupakan buku sejjarah perjalanan kehidupan manusia yang tertuang dalam kertas, bagi setiap orang yang mau mengukir perjalanannya dalam sebuah cerita maka hal in merupakan langkah sederhana untuk dilakukan.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  2. @Indra Kusuma : Nah, bner sekali, dengan cara yang sederhana itu pun kita bisa mengevaluasi diri untuk lebih baik.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar yang baik, karena KOMENTAR atau KATA-KATA itu mencerminkan PRIBADI seseorang